Sabtu

Akhirnya, Penyebab Mati Tertawa Ditemukan



REPUBLIKA.CO.ID, KENT-- Kematian Alex Mitchell 35 tahun lalu, menjadi sebuah legenda komedi. Selama ini, tertawa berlebih dianggap sebagai penyebab kematian Mitchell. Hingga cucunya, Lisa Corke mengalami kejadian serupa, barulah ditemukan penyebab sesungguhnya kematian Mitchel.


Pada 4 Mei lalu, Lisa Corke yang tinggal di Isle of Sheppy, sebuah pulau di lepas pantai utara Kent, sekitar 74 km di sebelah timur London, Inggris, mengalami mati klinis selama 55 menit. Saat itu suaminya Mick langsung menghubungi 999, ia langsung melakukan CPR pada istrinya. Setelah itu membawa sang istri ke Rumah Sakit Maritim Medway.

Corke dinyatakan sangat beruntung oleh tim dokter karena berhasil selamat. Oleh dokter, Corke divonis menderita sindrom LQT . Yakni sebuah kondisi kelainan jantung yang sangat langka. Sindrom ini dapat menimbulkan serangan jantung bila dipicu oleh pengerahan tenaga atau adrenalin.

Setelah dokter mendiagnosa Corke, tim dokter menelusuri dari mana Corke mendapatkan gen penyakit tersebut. Setelah dirawat di rumah sakit, tes menunjukan bahwa sindrom LQT yang dideritanya merupakan keturunan dari sisi ayahnya. Dari sana barulah terungkap penyebab sesungguhnya kematian kakek Corke, Alex Mitchell.

Kasus kematian aneh Mitchell menjadi berita utama dan perbincangan selama bertahun-tahun. Saat itu, pada 24 Maret 1975 ia sedang asik menonton serial The Goodies episode Kung Fu Capers. Begitu asiknya ia mengikuti cerita hingga kemudian Mitchell tertawa luar biasa, sampai merosot dari sofa dan kemudian meninggal.

Sang istri Nessie Mitchell kala itu tak merasa justru berterima kasih pada The Goodies. Ia mengirim surat yang berisi ungkapan terima kasihnya karena telah membuat sang suami begitu bahagia pada saat terakhirnya.

Konsultan Kardiologi dan Direktur Laboratorium Kateter Jantung di Rumah Sakit Hammersmith London, Dr. Iqbal Malik mengatakan, menyaksikan The Goodies mungkin jadi faktor utama pemicu kematian Mitchell. Adrenalin, tenaga atau apa pun yang menciptakan respon emosional kuat, dapat menjadi pemicu.

"Dalam beberapa kasus, jantung akan kembali berdetak dalam lima hingga enam ketukan, hanya dalam kasus Mitchell ia kurang beruntung," kata Dr. Malik.

Corke merasa takjub, karena setelah bertahun-tahun akhirnya mereka menemukan penyebab kematian sang kakek. Saat ini Corke memeriksakan anak perempuannya. Ia khawatir putrinya tersebut memiliki resiko terkena sindrom LQT